Seperti biasa selesai bekerja, Jum'at malam kumpul di Salsa ;p tapi teryata kali ini tidak biasa, aku dikenalkan atasan baru kekasihhku bekerja. Sebetulnya, kita sudah pernah ketemu di Soekarno-Hatta, tapi waktu itu suasananya beda, aku ngerasa lebih santai, mungkin terbawa suasana liburan kali ;p
Sebetulnya, atasan kekasihku sangat ramah, supel dan baik. Mungkin karena aku merasa beliau boss, jadi sal-tinglah aku ;p sampai ketika beliau bertanya dengan intonasi yang cepat dan dialek Brith-nya yang khas tentang kabarku, dengan spontan dan sedikit gugup aku menjawab dan tak lupa mengakhiri jawabanku dengan "Sir!"
Walhasil, teman-teman yang lain tersenyum melihat tingkahku dan dengan mimik muka yang tampak lebih serius beliau menerangkan bahwa panggilan 'Sir' hanya dipanggil untuk berdarah biru di negerinya, dan saya bukan kaum bangsawan, jadi panggil langsung nama saya saja. Baiklah..jawabku dengan cepat dan nyaris keseleo lidahku untuk menyebut 'Sir' lagi. sang kekasih dengan bijaksananya menerangkan bahwa, itu kebiasaan aku untuk menyebut 'Sir' kepada laki-laki yang baru dikenalnya termasuk bapaknya. Kesempatan aku untuk menerangkan, bahwa pertama kali kami belajar bahasa Inggris adalah kami harus memanggil 'Sir' untuk tanda hormat pada laki-laki yang lebih tua sebutan lain 'Bapak' dan 'Mam' untuk tanda hormat pada wanita yang lebih tua atau sebutan lain untuk 'Ibu'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar