Minggu, 17 Oktober 2010

Merangsang Kecerdasan dan Imajinasi Anak dengan Kumpulan Dongeng Bobo

Dewasa ini banyak sekali penerbit dan penulis yang menghasilkan sumber bacaan, tapi masih sedikit yang ditujukan untuk anak-anak. Salah satu media cetak yang sudah tigapuluhtujuh tahun menemani putra-putri dengan cerita-cerita anaknya yang inspiratif adalah kumpulan dongeng Bobo. Majalah Bobo tidak saja dapat dibaca oleh anak-anak tapi dapat juga dibaca semua umur bahkan bisa menjadi referensi untuk orang tua atau pendidik, dimana saja, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah setiap saat.

Masih ingat waktu kecil dulu, setiap kali mendapat hadiah buku baru. Hal pertama yang dilakukan adalah mengamati ilustrasi berwarna halaman per halaman, mencoba menebak jalan ceritanya karena belum bisa membaca. Senang rasanya ketika didongengkan salah satu judul, ilustrasi itu seakan-akan ‘hidup’ menceritakan kisahnya langsung membuat rasa sedih, jengkel, senang sekaligus menghibur. Contoh salah satu bagian yang paling disukai dan tak lekang dimakan jaman adalah “Ceritera dari Negeri dongeng” merupakan cerita bergambar tentang persahabatan Oki yang jahil dan Nirmala yang baik hati.

Dikarenakan kumpulan dongeng Bobo sudah dapat mewakili kriteria sebagai sumber cerita yang memiliki ilustrasi menarik sehingga dapat membangkitkan keingintahuan anak akan isi ceritanya hanya dengan melihat gambar yang ada. Seperti yang diungkapkan Dosen Universitas Indonesia dan pakar bacaan anak, Dr. Murti Bunanta, SS, MA. “Sebuah ilustrasi secara langsung atau tidak, bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk mau membacanya, sehingga akan menumbuhkan daya apresiasi terhadap sebuah karya seni dan imajinasi. Jika anak sering diberi bacaan dan ilustrasi yang bermutu, maka otaknya akan terangsang, lalu muncul pertanyaan-pertanyaan sehingga mendorong rasa keingintahuannya yang mengarah pada tingkat kecerdasan, membangun imajinasi dan perasaan simpati pada lingkungannya.”

Menjadikan dongeng sebagai tradisi keluarga bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan orang tua dengan anak, yang secara langsung akan menciptakan komunikasi dua arah.

Berikut beberapa tips mendongeng menurut Andi Yudha Asfandiyar, salah satu pendongeng dan pencinta dunia anak dari Bandung:

  1. Tentukan tempat yang nyaman sehingga anak dapat menyimak dongeng dengan tenang.
  2. Ciptakan ekspresi wajah atau gerak tubuh serta intonasi atau suara sesuai dengan alur cerita, misalnya; dengan menggaruk-garukan kepala ketika bingung atau berteriak ketika minta tolong.
  3. Ajak anak untuk terlibat dalam cerita, misalnya bersama-sama menirukan gerakan dan suara binatang seperti dalam cerita.

Lalu tunggu apa lagi? Ayo mulai tradisi mendongeng dengan kumpulan Bobo di keluarga kita.

[http://www.anneahira.com/kumpulan-dongeng-bobo.htm]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar