Tantangan tersendiri tinggal di lingkungan minoritas seperti sekarang ini, untuk mendengarkan adzan saja aku lebih sering mengandalkan media elektronik daripada mendengar dari sumbernya langsung. Belum didirikannya mesjid di area komplek merupakan salah satu penyebabnya, sehingga aku harus berjalan kurang lebih berjarak 1 km menuju mesjid terdekat yang berada di perkampungan penduduk setempat.
Tapi, tekadku untuk shalat sunnah Terawih di hari pertama malam Ramadhan 1431 H ini sudah bulad. Berbekal informasi seadanya, aku ikuti jalan setapak, sampai akhirnya menemukan perduaan jalan, terdengar panggilan Shalat Isya dari arah kanan...tak urung kubertanya pada seseorang yang berpakain koko dan sarung sebelum melangkahkan kakiku menuju mesjid untuk memastikan teori 'asal suaraku'.
Tampak, jemaah sudah berkumpul, sebagian jamaah wanita duduk bersaf-saf di halaman sekolah. Hati ini bergetar melihat pemandangan ini, tidak sedikit umat yang berbondong-bondong untuk shalat berjamaah, Subhanallah.
Alhamdullilah...seakan alam ikut bertasbih memuji Sang Khalik, sepanjang ibadah berlangsung, udara tidak sepanas atau turun hujan seperti hari-hari sebelumnya. Kunikmati 'kencanku' malam ini, kucoba untuk khusyuk mendengarkan setiap bacaan surat dari imam yang 'beradu' volume dengan anak-anak kecil yang dengan 'sukarelanya' menjawab 'Aamiin' dengan suara yang lantang dan panjang. Kusambut Ramadhan dengan suka cita... ;)
Tapi, tekadku untuk shalat sunnah Terawih di hari pertama malam Ramadhan 1431 H ini sudah bulad. Berbekal informasi seadanya, aku ikuti jalan setapak, sampai akhirnya menemukan perduaan jalan, terdengar panggilan Shalat Isya dari arah kanan...tak urung kubertanya pada seseorang yang berpakain koko dan sarung sebelum melangkahkan kakiku menuju mesjid untuk memastikan teori 'asal suaraku'.
Tampak, jemaah sudah berkumpul, sebagian jamaah wanita duduk bersaf-saf di halaman sekolah. Hati ini bergetar melihat pemandangan ini, tidak sedikit umat yang berbondong-bondong untuk shalat berjamaah, Subhanallah.
Alhamdullilah...seakan alam ikut bertasbih memuji Sang Khalik, sepanjang ibadah berlangsung, udara tidak sepanas atau turun hujan seperti hari-hari sebelumnya. Kunikmati 'kencanku' malam ini, kucoba untuk khusyuk mendengarkan setiap bacaan surat dari imam yang 'beradu' volume dengan anak-anak kecil yang dengan 'sukarelanya' menjawab 'Aamiin' dengan suara yang lantang dan panjang. Kusambut Ramadhan dengan suka cita... ;)
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Ô les croyants! On vous a prescrit aṣ-Ṣiyām(2) comme on l’a prescrit à ceux d’avant vous, ainsi atteindrez-vous la piété [Al Baqara : 183]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar